How to Install Joomla 1.5 pada Localhost (Install WAMP)
CMS Joomla dan kebanyakan CMS lain yang beredar di internet saat ini menggunakan:
- Bahasa pemrograman PHP
- Web Server Apache, dan
- Database MySQL
Ketiga software di atas dapat dengan mudah kita peroleh dan yang penting adalah legal, karena software-software tersebut bersifat open source.
Dalam menginstal Joomla, kita dapat menginstal Joomla di web server offline (localhost) atau langsung menginstal pada web server online (remote server). Pada posting kali ini kita akan belajar untuk menginstal Joomla pada web server lokal terlebih dahulu.
Mengapa kita membutuhkan web server untuk membuat website Joomla? Hal ini dikarenakan penggunaan script PHP yang bersifat server-side. Server-side berarti program diproses pada sisi server, bukannya pada komputer klien/pengakses. Dengan demikian, program akan dijalankan dengan lebih cepat dan tidak membebani kinerja komputer klien.
Untuk menginstal pada localhost tentunya kita membutuhkan ketiga software pendukung di atas terlebih dahulu. Lain halnya dengan web server remote/online yang telah memiliki ketiga fungsi software di atas.
Dengan begitu, kita harus mendownload dan menginstal ketiga software satu demi satu. Tetapi, tentunya cukup merepotkan bukan? Untungnya sekarang sudah tersedia software yang bersifat multi aplikasi, artinya dengan sekali instal, ketiga aplikasi pendukung langsung terinstal dan terkonfigurasi dengan baik. Software multi aplikasi untuk Joomla yang paling populer adalah WAMP (Window Apache MySQL & PHP) dan XAMPP. Dalam posting kali ini kita akan menggunakan software WAMP.
Download software WAMP terbaru yang telah berganti nama menjadi WampServer 2.0 pada situs resminya di http://www.wampserver.com/en/download.php atau klik disini. File installer berukuran 16mb.
Klik ganda file installer WampServer2.0.exe, sehingga terbuka jendela peringatan sebagai berikut:
Pesan di atas mengingatkan Anda untuk terlebih dahulu meng-uninstall dan menghapus folder Wamp apabila Anda memiliki WAMP5 versi 1.x di komputer Anda. Setelah proses uninstall, folder WAMP masih akan menyisakan database dan direktori Joomla yang pernah Anda buat. Oleh karena itu, sebaiknya Anda cukup me-rename folder WAMP atau memindahkan isinya apabila masih Anda butuhkan. Klik tombol Yes untuk melanjutkan ke jendela instalasi sebagai berikut:
Klik tombol Next, sehingga tampil jendela License Agreement seperti berikut:
Klik opsi I accept the agreement dan klik tombol Next.
Pada jendela ini, kita harus menentukan lokasi folder tempat penyimpanan file-file WampServer nantinya. Secara default, program akan disimpan pada lokasi c:\wamp. Anda dapat mengubah dengan cara mengetikkan lokasi yang Anda inginkan atau mengklik tombol Browse… untuk memilih lokasi penyimpanan. Setelah Anda menentukan lokasi penyimpanan, klik tombol Next, sehingga tampil jendela berikut:
Bagian ini untuk membuat Ikon/short cut bagi program WampServer. Klik/tandai pilihan yang Anda inginkan. Pilihan pertama untuk membuat ikon Quick Launch, yakni ikon yang terdapat di samping start menu windows atau kiri bawah layar komputer Anda. Pilihan kedua untuk membuat ikon di desktop atau tampilan utama layar Windows Anda. Klik saja keduanya bila Anda kurang paham. Klik tombol Next untuk berpindah ke jendela berikutnya.
Jendela ini memberitahukan bahwa software WAMP siap diinstal. Klik tombol Install untuk mengeksekusinya. Tunggu beberapa saat hingga proses instalasi sempurna dan menampilkan jendela sebagai berikut:
Pada jendela ini, kita diberi kebebasan menentukan aplikasi browser default untuk menjalankan Joomla nantinya. Biarkan saja apa adanya dan klik tombol Open untuk menyelesaikan proses instalasi software WampServer.
Pada jendela ini, Anda diminta untuk menentukan server SMTP dan alamat email Anda. Biarkan saja secara default. Klik tombol Next.
Pada jendela terakhir ini, klik tombol Finish. Sesaat kemudian, Wamp Server segera aktif yang ditandai dengan munculnya ikon Wamp (
) pada sebelah kanan taskbar windows Anda. Klik ikon Wamp, sehingga tampil menu seperti berikut:
Anda dapat menggunakan menu-menu ini untuk keperluan web nantinya. Periksa apakah server Apache, PHP, dan database MySQL sudah aktif dan berjalan dengan baik, dengan cara:
- Buka browser Anda atau Internet Explorer.
- Ketikkan localhost pada bagian addressnya.
- Pastikan halaman yang tampil sebagai berikut.
Selamat! Anda telah berhasil menginstal Wamp Server pada komputer Anda.
Pertama-tama, Anda harus memiliki paket installer Joomla 1.5 terlebih dahulu. Apabila Anda tidak memilikinya, Anda dapat men-download paket installer Joomla 1.5 terbaru di website resminya www.joomla.org atau klik link halaman download Joomla.
Versi stabil yang terbaru ketika tulisan ini dibuat adalah versi 1.5.10. Biasanya paket installer Joomla memiliki 2 versi, yakni full package dan upgrade package. Versi upgrade package digunakan untuk meng-upgrade file Joomla versi sebelumnya yang pernah Anda install. Misalkan Anda pernah menginstall Joomla versi 1.5.9 di komputer, maka Anda cukup menambahkan file dari upgrade package 1.5.9 to 1.5.10 untuk meng-upgrade versi Joomla Anda.
Oleh karena tutorial ini ditujukan untuk Anda yang baru pertama kali menggunakan Joomla, maka langkah berikutnya adalah men-download paket installer Joomla 1.5 yang terbaru. Paket Joomla 1.0 juga masih dapat didownload di situs Joomla. Oleh karena itu, pastikan Anda telah men-download versi yang benar.
Selama proses download berlangsung, Anda buat saja dulu sebuah folder baru pada direktori c:\wamp\www (atau direktori tempat Anda meng-install Wamp Server). Berikan nama folder sekehendak Anda. Dalam tutorial ini, kita beri saja nama foldernya adalah “myweb”, sehingga sekarang terbentuk struktur direktori c:\wamp\www\myweb.
Setelah Anda berhasil mendownload paket installer Joomla 1.5, ekstraklah file paket Joomla tersebut dan tempatkan isinya pada folder myweb (c:\wamp\www\myweb) yang baru saja Anda buat. Berikut adalah gambar struktur file dan folder Joomla yang berada di dalam folder myweb.
Kemudian, buka browser internet Anda dan ketikkan http://localhost/myweb. Pastikan Wamp Server Anda telah diaktifkan. Apabila semua berjalan dengan baik, maka di browser akan muncul tampilan sebagai berikut:
Pada langkah pertama ini, Anda diminta untuk memilih bahasa yang digunakan dalam proses instalasi. Biarkan saja secara default, yakni bahasa inggris, karena Anda tidak akan menemukan bahasa Indonesia di dalamnya untuk saat ini. Klik tombol Next untuk melanjutkan ke langkah berikutnya.
Pada jendela ini ditampilkan persyaratan minimum yang harus dipenuhi agar Joomla dapat digunakan. Pastikan semua persyaratan telah dipenuhi yang ditandai dengan kata Yes berwarna hijau. Di bawahnya, ditampilkan rekomendasi setting yang sebaiknya Anda gunakan. Anda tidak harus mengikuti semua setting yang direkomendasikan. Apalagi, kalau memang Anda tidak mengerti apa pengaruh dari setting-setting tersebut.
Untuk sementara, Anda tidak perlu memusingkannya, karena setting-setting tersebut dapat Anda akses kembali kapan saja. Setting aktual yang berwarna merah atau tidak sesuai dengan rekomendasi Joomla juga tidak berpengaruh terhadap keberhasilan proses instalasi Joomla. Klik saja tombol Next untuk melanjutkan ke langkah berikutnya.
Pada tahap ketiga, Anda diberitahu apa saja yang terdapat dalam lisensi Joomla. Lisensi Joomla bersifat open source atau memiliki lisensi GNU/GPL. Dengan kata lain, Anda bebas menyalin, memodifikasi, dan menyebarluaskan kembali paket tanpa tersandung masalah copyright. Klik Next kembali untuk melanjutkan.
Pada tahap keempat, Anda diminta untuk menentukan setting database. Untuk latihan kali ini, sebaiknya Anda isi saja Host Name dengan localhost, Username diisi dengan root, Password dikosongkan, dan Database Name dengan nama myDB atau sesuka Anda. Klik kembali Next untuk melanjutkan.
Pada tahap kelima, Anda diminta untuk menentukan konfigurasi dari FTP (File Transfer Protocol). Bagi Anda yang menggunakan Operating System Windows, Anda tidak perlu untuk mengisi konfigurasi FTP. Klik saja tombol Next untuk melanjutkan
Pada tahap keenam, kita akan mengisi konfigurasi dari web kita. Isikan nama website Anda pada kotak isian Site Name. Isikan saja seadanya dulu. Site Name dapat Anda ganti lagi kapan saja.
Your Email diisi saja dengan email Anda. Admin Password merupakan password yang akan digunakan untuk masuk ke jendela Administrator nantinya. Masukkan password yang Anda inginkan dan jangan sampai lupa. Masukkan kembali password Anda pada kotak isian Confirm Admin Password.
Pada konfigurasi berikutnya mengenai Load sample data, restore, or migrate, Pilih Install Default Sample Data dan klik tombol Install Sample Data. Pilihan ini akan menginstalkan data untuk website contoh. Pilihan kedua hanya berlaku untuk melakukan migrasi web ke Joomla 1.5. Klik tombol Next dan kemudian klik OK untuk jendela konfirmasi berikut ini:
Selamat! Anda telah berhasil meng-install Joomla 1.5 ketika Anda telah sampai pada jendela berikut:
Tulisan berwarna merah berupa peringatan untuk menghapus folder Installation di direktori Joomla Anda. Hal ini untuk menjaga bocornya data rahasia di website Anda. Oleh karena itu, hapuslah folder Installation di direktori c:\wamp\www\myweb Anda. Di bawah pesan ini juga diberikan username untuk login ke jendela Administrator, yakni admin.
Kemudian, klik tombol Site di kanan atas untuk melihat hasil installasi paket Joomla yang telah Anda lakukan. Klik tombol Admin disampingnya untuk masuk ke jendela login Administrator. Atau masukkan http://localhost/myweb pada browser untuk melihat tampilan Front End website Anda. Atau http://localhost/myweb/administrator untuk login ke Back End atau jendela login administrator.
Setelah login, Anda dapat mengelola banyak hal yang berkaitan dengan website Anda, seperti menulis artikel, mengganti templates, dan sebagainya tanpa perlu mengerti bahasa pemrograman sedikit pun.
- Add new comment
- 298 reads

1 response to "How to Install Joomla 1.5 pada Localhost (Install WAMP)"
1. makasi yah